<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>masjamal - catatan yang tertunda &#187; Artikel Islam</title>
	<atom:link href="http://masjamal.wordpress.com/category/artikel-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masjamal.wordpress.com</link>
	<description>Jasa Instalasi Tower Triangle &#124; Jasa Instalasi Jaringan Wireless &#124; LAN Networking &#124; Service &#38;  Pengadaan Komputer &#124; Perangkat Wireless &#124; Web Design &#124; Internet &#38; Intranet Link &#124; Network Design &#124; Internet Wireless &#124; Internet Hotspot</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2009 02:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='masjamal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/19dbfdf77fadbebf132ee3a93b88a5f3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>masjamal - catatan yang tertunda &#187; Artikel Islam</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masjamal.wordpress.com/osd.xml" title="masjamal &#8211; catatan yang tertunda" />
		<item>
		<title>TERSERAH TUHAN</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/terserah-tuhan/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/terserah-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2006 11:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/terserah-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di zaman kebangkitan Islam (kalau benar konsep ini menggambarkan realitas sosial sekarang) memiliki persoalan tersendiri. Ke dalam lingkungan mana pun saya masuk, di sana saya jumpai orang yang semangat Islamnya menggelora.
Ketika di Universitas Muhammadiyah Jakarta saya diminta bicara di depan segenggam mahasiswa “penjaga mesjid”, saya diingatkan agar lebih menguasai Islam secara tekstual. Karena, pendekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=12&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hidup di zaman kebangkitan Islam (kalau benar konsep ini menggambarkan realitas sosial sekarang) memiliki persoalan tersendiri. Ke dalam lingkungan mana pun saya masuk, di sana saya jumpai orang yang semangat Islamnya menggelora.</p>
<p>Ketika di Universitas Muhammadiyah Jakarta saya diminta bicara di depan segenggam mahasiswa “penjaga mesjid”, saya diingatkan agar lebih menguasai Islam secara tekstual. Karena, pendekatan saya, kata salah seorang dari mereka, bersifat “ilmu sosial” biasa.</p>
<p>Bagi banyak pihak, yang bersifat formalis macam ini, sesuatu termasuk “agama” hanya bila ia diwarnai Quran dan Hadis.</p>
<p>Dari tahun ke tahun, ada saja mahasiswa Indonesia, di Universitas Monash, yang bersemangat memburu daging halal. Dasarnya, daging di supermarket haram karena disembelih tidak dengan cara Islam. Penjelasan—bahwa makanan para ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) halal bagi Muslim&#8211; tidak pernah laku.</p>
<p><span id="more-12"></span>Akhir-akhir ini, saya memberi ceramah. Tanpa menyebut sepotong pun ayat, saya bicara agama. Buat saya, agama terpancar dalam hidup, bukan dalam kitab. Saya tidak kitab minded, karena, agama lebih menuntut tindakan, bukan kecanggihan ilmu, dari pemeluknya. Kita bisa jadi pemeluk yang baik tanpa harus menjadi ahli.</p>
<p>Persoalan muncul. Saya diultimatum  oleh  wanita  berjilbab:</p>
<p>“Lain  kali,  hati-hati.  Kalau  ceramah begitu di Indonesia bisa pulang tinggal nama.”</p>
<p>Betapa mengerikannya. Memang, hanya orang yang paham yang tahu bahwa saya pun sebenarnya berpijak pada ayat Tuhan, yakni ayat kauniah yang tak disebutkan dalam kitab suci. Mas Djohan (Djohan Effendi) pernah bicara tentang guru yang membikin murid bertanya-tanya. Saat pelajaran agama, anak-anak diajak membersihkan halaman, kamar mandi dan WC.</p>
<p>“Pak, katanya, pelajaran agama?” tanya seorang murid.</p>
<p>“Ya,  ini  juga  pelajaran  agama,”  kata  Pak Guru, tenang.</p>
<p>“Dasar teorinya: ‘kebersihan  adalah  sebagian  dari  iman’.</p>
<p>Nah, dengan tindakan tadi, kita buktikan, kita pun beriman.”</p>
<p>Anak-anak  mesem.  Agama,  dengan  begitu, masih tetap agama biarpun tak diwarnai bunyi ayat-ayat dalam kitab suci.</p>
<p>Hardi itu lulusan PGA. Ia setengah kiai. Paham Quran dan Hadis. Bahkan, juga kitab kuning. Tapi, ia gelisah. Ada yang tak beres dalam hidupnya. Ia pun datang pada Pak Kiai, mohon petunjuk.</p>
<p>“Kamu tidak butuh kiai macam saya,” kata Pak Kiai. “Pergilah kamu pada Kamin.”</p>
<p>Hardi kaget. Orang tahu, Kamin itu cuma tukang bakso. Tahu apa tukang bakso, yang tak pernah sekolah, tentang rahasia hidup? “Kiai gendeng,” pikirnya.</p>
<p>“Tidak, saya serius, Nak,” kata Pak Kiai.</p>
<p>Hardi sungkem. Seperti sujud, ia mencium dengkul  Pak  Kiai, sambil minta maaf atas gendeng-nya tadi.</p>
<p>Tapi, mengapa Kamin? Ia masih penasaran. Tentu saja, Pak Kiai bermaksud baik. Bukankah, kadang, kiai tak mau bicara langsung?</p>
<p>Dengan rumusan itu di kepala, ia pergi ke rumah Kamin. Tak ada yang istimewa di sana, selain bahwa Kamin sekeluarga bekerja keras. Anak-anaknya dikerahkan untuk membantu mencuci gelas. Yang lain mengerok kelapa muda untuk campuran es. Yu Ginah, istrinya, menggoreng krupuk.</p>
<p>Setelah periksa sana periksa sini, Kamin ke warung kecil di depan rumahnya itu, melayani pembeli. Warung itu maju. Bakso, krupuk udang, dan es kelapa, jadi pasangan serasi.</p>
<p>Pembeli berjejal.</p>
<p>Anak-anak Kamin, empat orang, semua sekolah. Biayanya, ya, dari warung kecil itu. Biaya sekolah dari situ. Biaya hidup dari situ. Mereka hidup tentram.</p>
<p>Hardi mulai tertarik. Ia mencoba mengamati lebih dekat, lebih dalam. Setelah salat bersama pada suatu hari, mereka dialog. Tapi, Kamin itu pendiam. Ia bicara sedikit.</p>
<p>“Apa doa kang Kamin sehabis salat?” tanya Hardi.</p>
<p>“Saya serahkan hidup ini pada Tuhan,” jawabnya, polos.</p>
<p>“Warung Anda maju. Apa rahasianya?”</p>
<p>“Tidak ada. Semua terserah Tuhan.”</p>
<p>“Anak-anak Anda sekolah. Apa rencana Anda untuk mereka?”</p>
<p>“Semua saya serahkan Tuhan.”</p>
<p>“Maksudnya?”</p>
<p>“Saya orang bodoh, tidak tahu apa mereka bisa jadi pegawai, buruh, atau tukang bakso juga. Saya percaya, Tuhan mahapengatur. Jadi, semua terserah Tuhan.”</p>
<p>Hardi pernah mendengar, orang Barat yang mengagumi Soedjatmoko menganggap bahwa almarhum adalah jenis orang yang belum dirusak oleh sistem pendidikan tinggi. Ia masih murni. Kamin, si tukang bakso ini, iman dan takwanya juga murni, dan total.</p>
<p>Hardi sujud. Bijaksana Pak Kiai mengirim dia ke Kamin. Ketulusan macam Kamin itu, memang, yang belum dimilikinya selama ini.</p>
<p>Mohammad Sobary, Editor, No.32/Thn.IV/27 April 1991</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=12&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/terserah-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KANG SEJO MELIHAT TUHAN</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/kang-sejo-melihat-tuhan/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/kang-sejo-melihat-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2006 10:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/kang-sejo-melihat-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan salah saya kalau suatu  hari  saya  ceramah  agama  di depan  sejumlah  mahasiswa  Monash  yang, satu di antaranya, Islamnya menggebu. Artinya, Islam serba berbau Arab. Jenggot mesti  panjang. Ceramah mesti merujuk ayat, atau Hadis. Lauk mesti  halal  meat.  Dan,  semangat  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=11&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bukan salah saya kalau suatu  hari  saya  ceramah  agama  di depan  sejumlah  mahasiswa  Monash  yang, satu di antaranya, Islamnya menggebu. Artinya, Islam serba berbau Arab. Jenggot mesti  panjang. Ceramah mesti merujuk ayat, atau Hadis. Lauk mesti  halal  meat.  Dan,  semangat  mesti  ditujukan   buat meng-Islam-kan  orang Australia. Tanpa itu semua jelas tidak Islami.</p>
<p>Saya pun dicap tidak Islami. Iman saya  campur  aduk  dengan wayang.  Dus, kalau pakai kaca mata Geertz, seislam-islamnya saya, saya ini masih Hindu. Memang salah saya, sebab  ketika itu saya main ibarat: Gatutkaca itu sufi. Ia satria-pandita. Tiap saat seperti tidur, padahal berzikir  qolbi.  Jasad  di bumi,  roh  menemui  Tuhan.  Ini turu lali, mripat turu, ati tangi: mata tidur hati melek, seperti olah batin dalam dunia kaum sufi.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Biar  masih  muda,  hidup  Gatutkaca  seimbang, satu kaki di dunia satu lagi di akhirat. Mirip Nabi Daud: hari ini puasa, sehari esoknya berbuka. Dan saya pun dibabat &#8230;</p>
<p>Juli  tahun  lalu  saya  dijuluki Gus Dur sebagai orang yang doanya  pendek.  Bukan   harfiah   cuma   berdoa   sebentar. Maksudnya,  tak  banyak doa yang saya hafal. Namun, yang tak banyak itu saya amalkan.</p>
<p>&#8220;Dan itu betul. Artinya, banyak  ilmu  ndak  diamalkan  buat apa?&#8221;   kata   Pak   Kiai  sambil  bergolek-golek  di  Hotel Sriwedari, Yogya. Apa yang  lebih  indah  dalam  hidup  ini, selain amal yang memperoleh pengakuan Romo Kiai? Saya merasa hidup jadi kepenak, nikmat.</p>
<p>Dalam deretan Sufi, Al Adawiah disebut  &#8220;raja.&#8221;  Wanita  ini hamba  yang  total.  Hidupnya buat cinta. Gemerlap dunia tak menarik berkat pesona lain: getaran cinta ilahi.  Pernah  ia berkata,  &#8220;Bila  Kau ingin menganugerahi aku nikmat duniawi, berikan  itu  pada  musuh-musuh-Mu.  Dan  bila   ingin   Kau limpahkan    padaku    nikmat   surgawi,   berikanlah   pada sahabat-sahabat-Mu. Bagiku, Kau cukup.&#8221;</p>
<p>Ini tentu berkat  ke-&#8221;raja&#8221;-annya.  Lumrah.  Lain  bila  itu terjadi  pada  Kang  Sejo. Ia tukang pijit -maaf, Kang, saya sebut itu- tunanetra.</p>
<p>Kang Sejo pendek pula  doanya.  Bahasa  Arab  ia  tak  tahu. Doanya  bahasa  Jawa: Gusti Allah ora sare (Allah tak pernah tidur): potongan ayat Kursi itu. Zikir ia kuat.  Soal  ruwet apa  pun yang dihadapi, wiridannya satu: &#8220;Duh, Gusti, Engkau yang tak pernah tidur &#8230;&#8221; Cuma itu.</p>
<p>&#8220;Memang  sederhana,  wong  hidup  ini  pun   dasarnya   juga sederhana,&#8221; katanya, sambil memijit saya.</p>
<p>Saya  tertarik  cara  hidupnya.  Saya  belajar. Guru saya ya orang  macam  ini,  antara  lain.   Rumahnya   di   Klender. Kantornya,  panti  pijat itu, di sekitar Blok M. Ketika saya tanya, apa yang dilakukannya di sela  memijit,  dia  bilang, &#8220;Zikir  Duh, Gusti &#8230;&#8221; Di rumah, di jalan, di tempat kerja, di mana pun, doanya ya Duh, Gusti &#8230; itu. Satu  tapi  jelas di tangan.</p>
<p>&#8220;Berapa kali Duh Gusti dalam sehari?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Tidak saya hitung.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho,  apa tak ada aturannya? Para santri kan dituntun kiai, baca ini sekian ribu, itu sekian ribu,&#8221; kata saya</p>
<p>&#8220;Monggo mawon (ya, terserah saja),&#8221; jawabnya. &#8220;Tuhan memberi kita  rezeki  tanpa  hitungan,  kok.  Jadi, ibadah pun tanpa hitungan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sampeyan itu seperti wali, lo, Kang,&#8221; saya memuji.</p>
<p>&#8220;Monggo mawon. Ning (tapi) wali murid.&#8221; Dia lalu ketawa.</p>
<p>Diam-diam  ia  sudah  naik  haji.  Langganan  lama,  seorang pejabat, mentraktirnya ke Tanah Suci tiga tahun yang lalu.</p>
<p>&#8216;Senang sampeyan, Kang, sudah naik haji?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu  kan  rezeki.  Dan  rezeki  datang dari sumber yang tak terduga,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Ayat menyebutkan itu, Kang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Monggo mawon. Saya tidak tahu.&#8221;</p>
<p>Ketularan bau Arab, saya tanya kenapa doanya bahasa Jawa.</p>
<p>&#8220;Apa Tuhan tahunya cuma bahasa Arab?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau sampeyan Dah Duh Gusti di bis apa penumpang lain &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam hati, Mas. Tak perlu diucapkan.&#8221;</p>
<p>Ia, konon, pernah menolak zakat  dari  seorang  tetangganya. Karena  disodor-sodori,  ia  menyebut, &#8220;Duh, Gusti, yang tak pernah  tidur  &#8230;&#8221;  Pemberi  zakat  itu,  entah  bagaimana, ketakutan. Ia mengaku uang itu memang kurang halal. Ia minta</p>
<p>maaf.</p>
<p>&#8220;Mengapa sampeyan tahu uang zakat itu haram&#8221;? tanya saya.</p>
<p>&#8220;Rumah saya tiba-tiba panas. Panaaaas sekali.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kok sampeyan tahu panas itu akibat si uang haram?&#8221;</p>
<p>&#8220;Gusti Allah ora sare, Mas,&#8221; jawabnya.</p>
<p>Ya, saya mengerti, Kang Sejo.  Ibarat  berjalan,  kau  telah sampai.  Dalam  kegelapan  matamu  kau telah melihatNya. Dan aku? Aku masih dalam taraf terpesona. Terus-menerus</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Mohammad Sobary, Tempo 12 Januari 1991</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=11&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/kang-sejo-melihat-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOA KANG SUTO</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/doa-kang-suto-2/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/doa-kang-suto-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2006 10:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/doa-kang-suto-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah saya tinggal di Perumnas  Klender.  Rumah  itu  dekat mesjid  yang  sibuk.  Siang malam orang pada ngaji. Saya tak selalu bisa ikut. Saya sibuk ngaji yang lain.
Lingkungan sesak itu saya amati.  Tak  cuma  di  mesjid.  Di rumah-rumah  pun  setiap  habis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=10&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah saya tinggal di Perumnas  Klender.  Rumah  itu  dekat mesjid  yang  sibuk.  Siang malam orang pada ngaji. Saya tak selalu bisa ikut. Saya sibuk ngaji yang lain.</p>
<p>Lingkungan sesak itu saya amati.  Tak  cuma  di  mesjid.  Di rumah-rumah  pun  setiap  habis  magrib  saya temui kelompok orang belajar  membaca  Al  Quran.  Anak-anak,  ibu-ibu  dan bapak-bapak, di tiap gang giat mengaji. Ustad pun diundang.</p>
<p>Di  jalan  Malaka bahkan ada kelompok serius bicara sufisme.  Mereka cabang sebuah tarekat yang  inti  ajarannya  berserah pada  Tuhan.  Mereka  banyak zikir. Solidaritas mereka kuat.  Semangat agamis, pendeknya, menyebar di mana-mana.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Dua puluh tahun lebih di Jakarta,  tak  saya  temukan  corak hidup  macam  itu sebelumnya. Saya bertanya: gejala apa ini?  Saya tidak heran Rendra dibayar dua belas juta untuk membaca sajak  di  Senayan.  Tapi, melihat Ustad Zainuddin tiba-tiba jadi superstar  pengajian  (ceramahnya  melibatkan  panitia, stadion,  puluhan  ribu jemaah dan honor besar), sekali lagi saya dibuat bertanya:  jawaban  sosiologis  apa  yang  harus diberikan   buat   menjelaskan  gairah  Islam,  termasuk  di kampus-kampus sekular kita? Benarkah ini wujud santrinisasi?</p>
<p>Di Klender yang banyak mesjid itu  saya  mencoba  menghayati keadaan.  Sering  ustad  menasihati,  “Hiasi  dengan  bacaan Quran, biar rumahmu teduh.”</p>
<p>Para “Unyil” ke mesjid, berpici dan ngaji. Pendeknya,  orang seperti kemarok terhadap agama.</p>
<p>Dalam  suasana ketika tiap orang yakin tentang Tuhan, muncul Kang Suto, sopir bajaj, dengan jiwa gelisah. Sudah  lama  ia ingin salat. Tapi salat ada bacaan dan doanya. Dan dia tidak tahu. Dia pun  menemui  pak  ustad  untuk  minta  bimbingan, setapak demi setapak.</p>
<p>Ustad  Betawi  itu memuji Kang Suto sebagai teladan. Karena, biarpun sudah tua, ia masih  bersemangat  belajar.  Katanya, “Menuntut  ilmu  wajib  hukumnya, karena amal tanpa ilmu tak diterima. Repotnya, malaikat yang mencatat  amal  kita  cuma tahu bahasa Arab. Jadi wajib kita paham Quran agar amal kita tak sia-sia.”</p>
<p>Setelah pendahuluan yang bertele-tele,  ngaji  pun  dimulai.  Alip,  ba, ta, dan seterusnya. Tapi di tingkat awal ini Kang Suto sudah keringat dingin. Digebuk pun tak  bakal  ia  bisa menirukan  pak ustad. Di Sruweng, kampungnya, ‘ain itu tidak ada. Adanya cuma ngain. Pokoknya, kurang lebih, ngain.</p>
<p>“Ain, Pak Suto,” kata Ustad Bentong bin H. Sabit.</p>
<p>“Ngain,” kata Kang Suto.</p>
<p>“Ya kaga bisa nyang begini mah,” pikir ustad.</p>
<p>Itulah hari  pertama  dan  terakhir  pertemuan  mereka  yang runyem  itu.  Tapi  Kang  Suto  tak putus asa. Dia cari guru ngaji  lain.  Nah,  ketemu  anak  PGA.  Langsung  Kang  Suto diajarinya baca Al-Fatihah.</p>
<p>“Al-kham-du &#8230;,” tuntun guru barunya.</p>
<p>“Al-kam-ndu  &#8230;,”  Kang  Suto  menirukan.  Gurunya  bilang, “Salah.”</p>
<p>“Alkhamdulillah &#8230;,” panjang sekalian, pikir gurunya itu.</p>
<p>“Lha kam ndu lilah &#8230;,” Guru itu menarik napas. Dia  merasa wajib meluruskan. Dia bilang, bahasa Arab tidak sembarangan.  Salah bunyi lain arti. Bisa-bisa kita dosa  karena  mengubah arti Quran.</p>
<p>Kang Suto takut. “Mau belajar malah cari dosa,” gerutunya.</p>
<p>Ia tahu, saya tak paham soal kitab. Tapi ia datang ke rumah, minta pandangan keagamaan saya.</p>
<p>“Begini Kang,” akhirnya saya menjawab. “Kalau ada ustad yang bisa  menerima ngain, teruskan ngaji. Kalau tidak, apa boleh buat. Salat saja sebisanya. Soal diterima  tidaknya,  urusan Tuhan.  Lagi  pula  bukan  bunyi  yang  penting. Kalau Tuhan mengutamakan ain, menolak ngain, orang Sruweng masuk  neraka semua, dan surga isinya cuma Arab melulu.”</p>
<p>Kang Suto mengangguk-angguk.</p>
<p>Saya  ceritakan kisah ketika Nabi Musa marah pada orang yang tak fasih berdoa. Beliau langsung ditegur  Tuhan.  “Biarkan, Musa.   Yang   penting   ketulusan   hati,  bukan  kefasihan lidahnya.”</p>
<p>“Sira guru nyong,” (kau guruku) katanya, gembira.</p>
<p>Sering kami lalu bicara agama  dengan  sudut  pandang  Jawa.  Kami  menggunakan  sikap  semeleh,  berserah,  pada Dia yang Mahawelas dan Asih. Dan saya pun tak berkeberatan ia  zikir, “Arokmanirokim,” (Yang Pemurah, Pengasih).</p>
<p>Suatu malam, ketika Klender sudah lelap dalam tidurnya, kami salat di teras mesjid yang sudah tutup, gelap dan sunyi.  Ia membisikkan kegelisahannya pada Tuhan.</p>
<p>“Ya  Tuhan,  adakah  gunanya  doa  hamba yang tak fasih ini.</p>
<p>Salahkah hamba, duh Gusti, yang hati-Nya  luas  tanpa  batas</p>
<p>&#8230;”</p>
<p>Air matanya lalu bercucuran. Tiba-tiba dalam penglihatannya, mesjid gelap itu seperti mandi cahaya. Terang-benderang. Dan kang Suto tak mau pulang. Ia sujud, sampai pagi &#8230;</p>
<p>Mohammad Sobary, Editor, No.21/Thn.IV/2 Februari 1991</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=10&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/10/03/doa-kang-suto-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalatu Shiyaam</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/26/risalatu-shiyaam/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/26/risalatu-shiyaam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 06:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/09/26/risalatu-shiyaam/</guid>
		<description><![CDATA[Risalatu shiyaam
 
Kitab yang menerangkan tentang puasa bulan romadhon, iedul fitri serta putusan masalah hukumnya awal romadhon dan iedul fitri . humumnya orang perempuan sholat ied. dan nisabnya &#8221; &#8216;uruduttijaaroh&#8221; uang kertas sekarang.
 
Kitab kecilini dikaraqngn oleh :
Hadzrotusy syayikh
Ahmad Abdul Hamid al Qoundaly
 
Pengantar disampaikan oleh :
Sohibul fadhilah :
Hadzrotusy syayikh
Bisyri Mustofa Rembang
 
Bismillahirrohmanirrohiim
alhamdulillaahirobbil&#8217;alamiin wassholaatu wassalaamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=7&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Risalatu shiyaam</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> </span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kitab yang menerangkan tentang puasa bulan romadhon, iedul fitri serta putusan masalah hukumnya awal romadhon dan iedul fitri . humumnya orang perempuan sholat ied. dan nisabnya &#8221; &#8216;uruduttijaaroh&#8221; uang kertas sekarang.</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span><span id="more-7"></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kitab kecilini dikaraqngn oleh :</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hadzrotusy syayikh</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ahmad Abdul Hamid al Qoundaly</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pengantar disampaikan oleh :</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sohibul fadhilah :</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hadzrotusy syayikh</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bisyri Mustofa Rembang</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bismillahirrohmanirrohiim</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">alhamdulillaahirobbil&#8217;alamiin wassholaatu wassalaamu &#8216;ala asyrofil mursaliin sayyidina muhammadin wa &#8216;alaa aalisi wa shokhbihi<span>  </span>ajma&#8217;in (amma ba&#8217;du)</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kawulo sampun mutholaah sebgian sangking risalah meniko kulo keraos marem lan syukur. jalaran isinipun cocok kaliyan keteranganipun kitab-kitab kuno kitab-kitab ipun ahlisunnah wal jamaah. miwah gamblang tur gampil pemahamanipun tumperapipun tiyang awam.</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">saking meniko kawulo gadah pangajeng ajeng mugi mugi allah taala ngeluberaken kemanfaatan piguna dateng kitab puniko tumperaping ingkang sami maos lan ingkang aken. amiinn</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">wassalam,</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">bisyri mustofa rembang</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3 robiul awal 1376</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">6<span>  </span>nopember 1956</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=7&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/26/risalatu-shiyaam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/marhaban-ya-ramadhan/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/marhaban-ya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 12:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/marhaban-ya-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah masih menangi bulan Romadhon pada tahun ini. Setiap muslim pasti merasakan sesuatu yang lain saat memasuki bulan romadhon. Bulan yang teramat istimewa. Semuanya serba istimewa dalam bulan ini, baik dilihat dari sisi sosial maupun dari sisi riligi.

Akan tetapi keindahan ramadhan sekarang sudah jarang ditemukan untuk di kota-kota besar. Kalau di kota besar kita hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=6&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah masih menangi bulan Romadhon pada tahun ini. Setiap muslim pasti merasakan sesuatu yang lain saat memasuki bulan romadhon. Bulan yang teramat istimewa. Semuanya serba istimewa dalam bulan ini, baik dilihat dari sisi sosial maupun dari sisi riligi.</p>
<p><span id="more-6"></span><br />
Akan tetapi keindahan ramadhan sekarang sudah jarang ditemukan untuk di kota-kota besar. Kalau di kota besar kita hampir tidak bisa membedakan antara bulan romadhon dan tidak. Pasalnya disana banyakan yang tidak berpuasa daripada yang berpuasa. cmiiw.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=6&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidayah itu akhirnya datang juga</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/hidayah-itu-akhirnya-datang-juga/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/hidayah-itu-akhirnya-datang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 01:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/hidayah-itu-akhirnya-datang-juga/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama hanya sebagai pengamat dan pembaca blog, hari ini diakhir bulan Sya&#8217;ban tepatnya pada hari Sabtu 23 September 2006 atau bertepatan dengan 30 Sya&#8217;ban 1427 H akhirnya hidayah tersebut datang juga. Hidayah bagi saya untuk memulai membuka lembaran baru. Memulai membuka account di www.blogger.com dan mulai belajar menulis.

Menulis memang sebuah pekerjaan yang sederhana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=5&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah sekian lama hanya sebagai pengamat dan pembaca blog, hari ini diakhir bulan Sya&#8217;ban tepatnya pada hari Sabtu 23 September 2006 atau bertepatan dengan 30 Sya&#8217;ban 1427 H akhirnya hidayah tersebut datang juga. Hidayah bagi saya untuk memulai membuka lembaran baru. Memulai membuka account di <a href="http://www.blogger.com/">www.blogger.com</a> dan mulai belajar menulis.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Menulis memang sebuah pekerjaan yang sederhana akan tetapi tidak juga sesederhana yang kita bayangkan. Seperti halnya waktu dulu kita saat masih duduk di bangku sekolah, sejak SD kita sudah diajari untuk menulis, di pelajaran Bahasa Indonesia diajari bagaimana membuat karangan yang bagus. Mungkin saat inilah memulai menggali pengetahuan-pengetahuan masa lampau dan memulai membuat sebuah karangan. Tetapi blog bukanlah sebuah karangan. Blog merupakan realitas. Realitas kehidupan kita, tak perlu ditutup tutupi tak perlu dijual mahal. Ilmu pengetahuan yang kita miliki bisa kita sharing seluas-luasnya dalam media blog ini. Blog site merupakan media yang tanpa batas yang bisa mengeksplorasi pemikiran-pemikiran kita. Blogsite bisa kita jadikan sebagai media dakwah yang efektif dan efisien. Efektif karena kita bisa menarget sasaran kita dengan segmentasi khusus, efisien karena paling-paling kita mengeluarkan uang hanya Rp. 5000,- rupiah untuk biaya akses internet di warnet.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Sampaikanlah walau satu ayat</span><br />
Ungkapan tersebut sangatlah tidak asing bagi telinga kita. Akan tetapi kadang-kadang kita merasakan sangat sulit untuk membagi ilmu pengetahuan yang kita miliki. Bagi sebagian orang mereka masih menganggap ilmu yang mereka miliki tersebut datangnya karena usaha dia, karena giatnya dalam belajar, karena keberhasilannya dalam ber-experimen, karena kejeliannya dalam melakukan penelitian. Mereka kadang melupakan bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki ini tidak lain dan tidak bukan karena hidayah dari Allah Subhanahu Wata&#8217;alaa. Tanpa hidayah tersebut kita tidak dapat berbuat apa-apa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=5&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/hidayah-itu-akhirnya-datang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Assalaamu&#8217;alaikum</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/assalaamualaikum/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/assalaamualaikum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 00:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/assalaamualaikum/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrokhmaanirroohiim&#8230;
Alhamdulillaahi roobi al-&#8217;alamiina,
Segala puja dan puji syukur senantiasa kita ucapkan kehadirat Illahi Rabb Tuhan penguasa alam semesta. Atas limpahan karunia, limpahan kenikmatan, kesehatan dan semua limpahan atas sifat Ar Rahman Mu kepada kami makhluq yang masih jauh dari apa yang Engkau gariskan.
Sanjungan Sholawat keselamatan marilah juga senantiasa kita sanjungkan kehadirat Beliau Rosulillah Muhammad Sollollohu&#8217;alaihi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=4&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">Bismillaahirrokhmaanirroohiim&#8230;</span></span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Alhamdulillaahi roobi al-&#8217;alamiina,</span><br />
<span style="font-size:100%;">Segala puja dan puji syukur senantiasa kita ucapkan kehadirat Illahi Rabb Tuhan penguasa alam semesta. Atas limpahan karunia, limpahan kenikmatan, kesehatan dan semua limpahan atas sifat Ar Rahman Mu kepada kami makhluq yang masih jauh dari apa yang Engkau gariskan.</span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Sanjungan Sholawat keselamatan marilah juga senantiasa kita sanjungkan kehadirat Beliau Rosulillah Muhammad Sollollohu&#8217;alaihi wa salam, terlimpah juga kepada para Ahlul Bait, para Sahabat, para Tabi&#8217;it, para Tabi&#8217;it Tabi&#8217;in, para Waliyyulloh dan para Ulama&#8217; yang senantiasa memegang teguh syari&#8217;at Ahlu Sunnah wal Jama&#8217;ah</span>.<br />
<span id="more-4"></span><br />
<span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:100%;">Kepada Emak dan Bapak saya tercinta, semoga limpahan sifat Ar Rahiim dari Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;alaa senantiasa terlimpahkan kepada beliau berdua. Semoga kekhilafan-kekhilafan atas beliau berdua mendapatkan maghfiroh dan amal-amal ibadah yang telah beliau lakukan menjadikan penerang di alam kubur yang akan menghantarkan dan menjadi bekal beliau pada perjalanan panjang menuju Jannatulloh</span>.</span></span></p>
<p><span style="font-style:italic;"><span style="font-size:100%;">Robbighfirli wa li waa lidayya warkhamhuma rabbayaani soghiroo. amiin</span>.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=4&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2006/09/23/assalaamualaikum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>