<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>masjamal - catatan yang tertunda &#187; Tafsir</title>
	<atom:link href="http://masjamal.wordpress.com/category/tafsir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masjamal.wordpress.com</link>
	<description>Jasa Instalasi Tower Triangle &#124; Jasa Instalasi Jaringan Wireless &#124; LAN Networking &#124; Service &#38;  Pengadaan Komputer &#124; Perangkat Wireless &#124; Web Design &#124; Internet &#38; Intranet Link &#124; Network Design &#124; Internet Wireless &#124; Internet Hotspot</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2009 02:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='masjamal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/19dbfdf77fadbebf132ee3a93b88a5f3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>masjamal - catatan yang tertunda &#187; Tafsir</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masjamal.wordpress.com/osd.xml" title="masjamal &#8211; catatan yang tertunda" />
		<item>
		<title>Tafsir Surat Al Waqi’ah</title>
		<link>http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/tafsir-surat-al-waqi%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/tafsir-surat-al-waqi%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 14:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjamal.blogdetik.com/2008/06/29/tafsir-surat-al-waqi%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[Surat ini digolongan sebagai surat-surat  pendek, pada Hakikatnya temanya sama dengan surat al-Zalzalah yang penekanannya  ditujukan pada suasana hari kiamat dan penyerahan buku amal perbuatan manusia,  bahkan dalam tafsir ibnu katsir dikatakan bahwa salah satu makna surat  al-Waqi’ah adalah az-Zalzalah. Penjelasan dalam surat Al- Waqi’ah lebih  mendetail dan rinci tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=117&subd=masjamal&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Verdana" size="2">Surat ini digolongan sebagai surat-surat  pendek, pada Hakikatnya temanya sama dengan surat al-Zalzalah yang penekanannya  ditujukan pada suasana hari kiamat dan penyerahan buku amal perbuatan manusia,  bahkan dalam tafsir ibnu katsir dikatakan bahwa salah satu makna surat  al-Waqi’ah adalah az-Zalzalah. Penjelasan dalam surat Al- Waqi’ah lebih  mendetail dan rinci tentang hari kiamat, hari akhir, tentang surga dan neraka.  Surat al-Waqi’ah ini tergolong Surat Makkiyah, yang menjelaskan tentang keimanan  kepada hari akhir. </font><span id="more-117"></span><font face="Verdana" size="2">Keimanan yang sangat penting bagi seorang mukmin dan diantara  rukun Iman yang enam adalah Iman kepada Allah dan Hari Akhirat. Dalam surat Al  Baqarah ayat 177 disebutkan bahwan Iman kepada Allah itu digandengkan dengan  Iman kepada Hari Akhir.<br />
</font></p>
<p><em><font face="Verdana" size="2">&#8220;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur  dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah  beriman kepada Allah dan hari Kemudian&#8221;</font></em></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Bukan saja pengandengan itu disebutkan dalam  al-Qur’an saja tetapi di dalam hadits-hadits Rasulullah Saw juga menyatakan  demikian, dengan kalimat:<br />
من كان يؤمن بالله واليوم الاخر&#8230;&#8230;..</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Karenanya, keyakinan kepada akhirat ini sangat  ditekankan. Dengan kata lain peningkatan ibadah itu tergantung pada keimanan  kita terhadap hari akhirat. Allah Swt menyebutkan di dalam surat al-Munafiqun  bahwa ketika manusia sedang dalam keadaan sakaaratul maut, seorang itu semakin  ingin melakukan kebaikan dan beramal sholeh. Sebagaimana Allah firmankan: </font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">&#8220;Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah  Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara  kamu; lalu ia berkata: &#8220;Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan  (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan  aku Termasuk orang-orang yang saleh?. Dan Allah sekali-kali tidak akan  menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan  Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.&#8221;</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Dengan demikian, kita sering menjumpai bila ada  peristiwa kematian, kecendrungan manusia yang masih hidup untuk beramal sholeh  menjadi meningkat. Ia sadar bahwa jenazah itu perlu dibekali dengan amal shaleh.  Kita saksikan ada yang dingajikan sampai berbulan-bulan, berminggu-minggu,  bahkan ada sampai yang bertahun-tahun untuk orang yang meninggal tadi. Karenanya  dapat ditarik kesimpulan bahwa peristiwa kematian seseorang diantara kita ini  sangat penting untuk memantapkan keyakinan dan keimanan kita terhadap akhirat.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Diceritakan di zaman Rasulullah saw, ada  kebiasaan umum di kalangan para sahabat ketika mereka sedang berkumpul di masjid  atau dimanapun, mereka mendiskusikan hal yang paling penting dalam kehidupan  mereka, yaitu mereka mendiskusikan tentang akhirat. Suatu kali Rasulullah Saw  masuk ke dalam masjid dan bersamaan dengan kedatangan Nabi didapati para sahabat  sedang berdiskusi. Kemudian Rasulullah Saw bergabung dan bertanya kepada mereka:  ”Kalian sedang berdiskusi tentang apa?” Mereka menjawab: ”Kami sedang berdiskusi  tentang hari kiamat”.<br />
Seorang shahabat yang bernama al-Harits mengungkapkan, ketika Ia ditanya oleh  Rasulullah Saw: ”Apa kabarmu hari ini wahai Haris?” Ia menjawab: Iman saya hari  ini mantap sekali ya Rasulullah, seakan-akan saya melihat penghuni syurga itu  saling menziarahi, dan penghuni neraka itu sedang menjerit-jerit dan meminta  pertolongan”. Dengan riwayat ini kita menyaksikan bahwa para shahabat Rasulullah  Saw sangat peduli dan memperhatikan kehidupan ba’da dunia yaitu kehidupan  akhirat.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Penulis dan ulama muslim DR. Nu’aim Yassin  menulis buku yang berjudul tentang keimanan, hakikatnya, rukun-rukunnya, dan  hal-hal yang membatalkan keimanan. Dalam bukunya ia menulis bahwa ia  memperhatikan al-Qur-anul Karim yang standar yang terdiri dari 604 halaman, kita  sering menyebutnya dengan ’al-Qur-an Madinah’, dikatakan oleh beliau bahwasannya  tidak ada satu halamanpun dalam halaman Al Qur-an yang tidak membicarakan  tentang akhirat, bahkan ada dalam satu halaman yang sepenuhnya membicarakan  tentang akhirat.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2"><strong>Keutamaan Surat Al Waqi’ah</strong></font></p>
<p><font face="Verdana" size="2"><em>Pertama, </em>dari Abdullah bin Abbas, dari  Abu Bakar siddiq ra berkata: ”Ya Rasulullah engkau nampak sudah beruban, lalu  rasul menyauti pertanyaan Abu Bakar itu dengan jawaban: ”yang membuat saya  sampai beruban adalah surat Hud, al-Waqi’ah, al-Mursalat, An-Naba dan surat  At-Takwir.” (HR. Tirmizi). </font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Jika dalam Surat Hud pesan intinya adalah pesan  istiqomah, Surat yang lainnya itu menjelaskan tentang kiamat dan Hari Akhirat.  Surat-surat inilah yang menjadi penyebab Rasulullah Saw sampai rambutnya ubanan,  dengan kata lain Rasul Saw memikirkannya dengan sangat serius tentang pentingnya  akhirat ini, begitu pula tentang pentingnya keimanan pada hari akhirat di hati  umat, serta pentingnya istiqomah terhadap keimanan. Rasulullah Saw berpikir  serius terutama tentang tema-tema akhirat, sebaliknya kita juga ubanan karena  memikirkan tentang urusan dunia bukan urusan akhirat. Mungkin ada orang yang  berpikir sampai ubanan tapi kualitas ubannya sangat rendah. Bisa jadi  berpikirnya bukan pada hal-hal yang strategis. Namun dengan memikirkan akhirat  itu jauh lebih strategis dibanding memikirkan dunia sebagaimana diisyaratkan  Allah Swt dalam surat al-Muzammil. ”Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai  urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya  dengan penuh ketekunan.”</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Dijelaskan dalam satu ayat Al Qur’an diatas  ”hampir saja kamu membinasakan dirimu”, karena orang yang didakwahkan itu belum  mau beriman. Sampai-sampai Rasulullah Saw sangat sedih sekali pada orang yang  belum menerima dakwah karena beliau yakin betul tentang azab akhirat yang begitu  dahsyat sehingga timbul rasa kasihan pada orang yang belum mau menerima dakwah  itu.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2"><em>Kedua,</em> tergambar dalam dialog Utsman bin  Affan dengan Abdullah bin Mas’ud. diceritakan dari Abu tayibbah katanya ”suatu  ketika Abdullah ibnu Mas’ud sakit parah menjelang kematiannya, saat itu ia  dijenguk oleh Utsman bin Affan, lalu Utsman bertanya: ”apa yang sedang kamu  keluhkan?”, Ibnu mas’ud menjawab: ”yang sedang saya keluhkan adalah dosa-dosa  saya”, </font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Dari cerita ini dapat difahami bahwa sebenarnya  bukan dia tidak merasakan sakit, tapi karena pikirannya terkonsentrasi terhadap  akhirat maka yang nampak di permukaan bukan ungkapan pada sakit badannya  melainkan keluhan pada dosa-dosanya. Padahal Ibnu Mas’ud adalah Shahabat yang  sangat dekat dengan Rasulullah Saw, dikenal sebagai sahabat yang selalu  menyertai Rasulullah Saw kemanapun saja ia pergi. sampai dia katakan:  ”Seandainya ada orang yang lebih tahu tentang Al Qur’an, maka saya bisa  mengejarnya dengan unta, pastilah saya akan mengejarnya dengan onta. Kemudian  Utsman bertanaya lagi: ”apa yang engkau ingikan?”, Ibnu Mas’ud menjawab:”Rahmat  dan kasih sayang Allah itulah yang saya inginkan”, sebab seseorang dapat  memasuki sorga bukan karena amalnya, walaupun itu Rasulullah Saw, karena Allah  akan melimpahkan rahmat-Nya kepada manusia. Lalu Utsman bertanya lagi: ”apakah  perlu saya panggilkan tabib”. Ungkapan ini bukan sekedar basa-basi, apalagi  Utsman yang dikenal dermawan dan sahabat senior yang sangat dekat dengan Rasul  Saw. Ibnu Mas’ud melanjtkan: ”tabib itu akan semakin membuat saya bertambah  sakit”, Barangkali karena Ibnu Mas’ud sudah merasakan tanda-tanda wafatnya  sebentar lagi, Utsman pun bertanya lagi: ”atau saya berikan saja kamu sejumlah  uang,” Abdulah bin Mas’ud menjawab: ”saya tidak menginginkan uang itu”. karena  Rasulullah Saw menjelaskan bahwa tangan yang di atas itu lebih baik dari pada  tangan yang di bawah.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Padahal Ibnu Mas’ud bila dilihat kondisi  ekonominya itu biasa-biasa saja, yang mapan itu adalah istrinya yang profesinya  sebagai pengusaha. Suatu kali ketika istrinya hendak membayar zakat, Rasulullah  mengatakan kepada istrinya: ”kamu juga bisa membayar zakat untuk Ibnu Mas’ud”,  lalu Utsman bin Affan bertanya: ”apabila kamu tidak mau menerimanya, ini bisa  diberikan kepada anak-anakmu setelah sepeninggalan kamu nanti. Ibnu Mas’ud  menjawab: ”apakah kamu khawatir anak-anak saya nanti akan jatuh miskin, saya  telah memerintahkan pada anak-anak saya yang semuanya wanita itu agar mereka  membaca surat al-Waqi’ah setiap malam karena aku telah mendengar Rasulullah Saw  bersabda: ”Barang siapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam selamanya dia  tidak akan jatuh miskin,”</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Banyak hal yang menarik dari kisah Ibnu Mas’ud  ini bahwa ia yakin dengan sepenuhnya dengan perkataan Rasulullah Saw itu di atas  tadi, keyakinannya kepada Rasulullah Saw dan kepada Allah itu sangatlah tinggi  dan penuh tawakal.<br />
Allah Swt menerangkan dalam salah satu firmannya ”diatas itu rezeki kamu dan  apa-apa yang ada untuk kamu” begitu pula diceritakan pada surat 16 ayat 120-123,</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">&#8220;Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang  dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. dan sekali-kali  bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang  mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada  jalan yang lurus.Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. dan Sesungguhnya  Dia di akhirat benar-benar Termasuk orang-orang yang saleh.Kemudian Kami  wahyukan kepadamu (Muhammad): &#8220;Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif&#8221; dan  bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.&#8221;</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Kalau sejenak kita membaca kisah Maryam dalam  al-Qur’an, Maryam dahulu sampai Nabi zakariya pun terheran-heran ketika mendapat  rezeki yang begitu melimpah dari Allah Swt. Hal ini juga yang terjadi dengan  kisah Abdullah bin Mas’ud diatas tadi dan keyakinannya kepada Allah dan  Rasul-Nya amatlah tinggi.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Disamping dijelaskan tadi keutamaan surat  al-Waqi’ah, dianjurkan pula membacanya setiap malam. Disebutkan dalam riwayat  lain dengan penambahan redaksi hadits dengan ”Barang siapa yan membaca surat  al-Waqi’ah pada setiap malam” anjurannya dengan membaca tiap malam, hal ini  sesuai dalam surat al-Mujammil yang mana ibadah dengan membaca Al Qur’an yang  dilakukan pada waktu malam hari lebih memberikan sentuhan.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2"><em>Ketiga,</em> dijelaskan dari Jabir bin  Samurah bahwa Rasulullah Saw melakukan shalat-shalatnya sama seperti yang kalian  lakukan saat ini akan tetapi Rasulullah Saw itu lebih memendekan bacaannya  ketika sholat. Yang dikatakan surat-surat pendek itu dimulai dari surat  al-Hujurat sampai dengan surat an-Naas. Namun ketika melaksanakan shalat subuh  beliau membaca surat al- Waqi’ah dan surat yang sejenisnya.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Tadi Ibnu Mas’ud menjelaskan tentang  membacanya, tidaklah difahami tentang bacaannya saja. karena pada zaman sahabat  dahulu ketika diperintahkan untuk membaca itu termasuk di dalamnya menghafal,  memahami dan mengamalkannya. Karenanya keberkahan dan kebaikan itu akan  diberikan kepada Allah Saw kepada hamba-Nya dengan berlimpah dengan syarat  dipahami dan diikuti segala tuntunannya sebagaimana dijelaskan ayat di atas  tadi. </font></p>
<p>http://layananquran.com/plq/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=54&amp;Itemid=9</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masjamal.wordpress.com/117/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masjamal.wordpress.com/117/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjamal.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjamal.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjamal.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjamal.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjamal.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjamal.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjamal.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjamal.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjamal.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjamal.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjamal.wordpress.com&blog=431470&post=117&subd=masjamal&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/tafsir-surat-al-waqi%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7465a4f989ca56edcd0d0afcc28c81e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjamal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>