Perusda kurang kreatif

Berita yang diambil dari portalnya koran wawasandigital.com

Perusda kurang kreatif
25 Sep 2006 06:51 pm

KENDAL – Kurang berkembangnya beberapa perusahaan daerah (perusda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, disebabkan kurang kreatifnya lembaga tersebut. Padahal, melihat potensi yang dimiliki, semestinya perusda itu menjanjikan harapan yang cukup prospektif. Sayangnya, karena kurang berkembang, mengakibatkan kontribusi pendapatan untuk daerah menjadi minim. “Kuncinya ada pada kreativitas yang dipertegas dengan komitmen pengelola perusda untuk benar-benar mau mengembangkan lembaga tersebut.
Dalam bisnis, kreativitas memegang peranan penting untuk mencapai kesuksesan. Ini yang selama ini belum kita lihat bersama dari perusda milik Pemkab Kendal,” sorot Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Joko Kartono, kepada Wawasan, kemarin. Ditegaskan, meskipun badan usaha itu milik daerah, bukan berarti dinamika kerjanya tidak bisa seperti perusahaan swasta. Justru, imbuh Joko, pola pikir perusahaan swasta yang mengedepankan profesionalitas dan profit making (membuat keuntungan) harus diterapkan di perusda. Menurut dia, pembenahan perusda hukumnya mutlak. Pola kerja perusda terdahulu, memang perlu dilakukan perubahan yang sangat drastis. Pada prinsipnya, orientasi perusda harus diubah dan menjadi badan yang mampu menyumbangkan kontribusi PAD.

Dia menunjuk contoh, usaha perbengkelan, juga masih dapat dioptimalkan sehingga menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Joko menyarankan, untuk memberdayakan usaha tersebut, semestinya semua kendaraan dinas milik pemkab, bisa dirawat atau diperbaiki di bengkel milik perusda itu.

“Tidak seperti yang terjadi sekarang ini. Untuk keperluan servis saja harus ke Semarang. Ini terjadi karena sarana dan peralatan perbengkelan kurang memadai. Ke depan, semua kendaraan dinas bisa dirawat atau diperbaiki oleh bengkel milik pemkab. Namun, sarana perbengkelan juga harus dilengkapi lebih dulu,” tutur Joko.

Sorotan soal kinerja perusda juga disampaikan anggota Komisi B, Supardi Kasih. Dia menuturkan, meski PD Aneka Usaha sudah digelontor anggaran pada 2006 ini sebesar Rp 3 miliar, sampai saat ini belum memberikan kontribusi bagi PAD.

“Masalah ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemkab, untuk mengevaluasi manajemen dan kerja perusda. Terutama PD Aneka Usaha yang baru saja menerima tambahan anggaran sebesar Rp 3 miliar,” tandas dia. uly/Jon

2 pemikiran pada “Perusda kurang kreatif

  1. periksa dirut cendry,dia suka ngemel barang keluar masuk.malah enak dia mundur…bakul baksomodal 30.000 aj bs untung 20.ooo perusda didrojokmilyaran kok bangkrut,korupsine okeh tenan……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s