Impian Itu Jadi Kenyataan

[singlepic=6,320,240,,left]Sangat mudah bagi Allah untuk kondisi seseorang. Dari miskin menjadi kaya, dari susah menjadi senang, dari kurang menjadi cukup. Semudah Dia mengubah menjadi gelapnya malam, terangnya siang.

”KALAU uang buat bayar kontrakan ini, kita sedekahin semua, bulan besok kita bakal tinggal di mana pak?”

Demikian pertanyaan sekaligus keluhan sang isteri kepada suaminya, Imam, seorang pengusaha catering kelas teri ya boleh disebut hanya pedagang nasi bungkus di pinggiran Sidoarjo, Jawa Timur.

”Bu, kata ustadz yang kita lihat di TV tadi itu, sedekah bisa menghadirkan pertolongan Allah, dengan bersedekah harta kita akan bertambah, bahkan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, tujuh ratus kali lipat bahkan berlipat ganda. Sudah banyak yang membuktikan keajaiban sedekah itu lho bu, masa kita nggak mau ikutan sukses seperti mereka,” jawab Imam meyakinkan istrinya.

”La iya pak, pengen sih, tapi kita besok tinggal di mana?” istrinya bertanya lagi
”Kita pindah saja ke rumah itu bu, biar saja Allah tahu bahwa dengan bersedekah kita malah diusir dari kontrakan ini, siapa tahu diusirnya ke rumah itu he, he, he,” jawab imam dengan candaan namun penuh keyakinan sambil menunjuk rumah mewah milik tetangga depan rumahnya yang pada saat itu tertulis iklan ”Rumah ini Dijual.”

Dengan penuh keyakinan dan kepasrahan total kepada Allah, akhirnya pasangan muda itu memberanikan diri untuk menyedekahkan uangnya yang hanya tinggal sejuta itu.

Mereka bangun malam berdua, dhuha bareng dan berdoa dengan doa yang sama, yaitu perubahan taraf hidup dan kehidupan, berharap agar Allah memberikan karunia berupa rezeki yang banyak, halal, baik, dan berkah.

Urusan rezeki urusan Allah. Siapkan saja diri untuk menerima rezeki-Nya. Menyiapkan diri untuk memperoleh rezeki-Nya adalah dengan berjalan lurus, beribadah yang benar, dan mau berbagi bila rezeki datang.

”Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” (Az-Zumar: 52)

”Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dan dia berbuat kebaikan, maka sungguh dia sudah berpegang kepada tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (Luqm‚n: 22)

Seminggu sudah saat istimewa yang mereka tunggu tak kunjung hadir, yaitu saat di mana Allah mengganti sedekah mereka dengan rezeki yang berlipat. Waktu terus berjalan, hingga sebulan sudah pascabersedekah. Hampir saja ia mencari nomor saya di stasiun tempat saya taushiyah, mau komplain bahwa saya telah membohonginya, buktinya hingga sebulan sedekahnya belum berbuah.

Hingga suatu hari ia didatangi oleh seorang utusan sebuah perusahaan yang sedang tertimpa musibah. ”Bapak sanggup nggak bikin nasi bungkus tiap hari buat kami?” Tanya si tamu kepada Imam.

”Sanggup, lha memang itu mah pekerjaan saya pak,” dengan tegas Imam menjawab.
”Beneran nih pak, sanggup?”

”Emang buat berapa orang tho pak?” ia malah balik bertanya dengan dialek Suroboyonya yang medhok.

”Ok, kalau bapak sanggup, silakan teken kontrak di atas kertas ini, bahwa bapak sanggup menyediakan nasi bungkus untuk 15.000 pengungsi yang menjadi tanggungan kami, sehari tiga kali makan, bila cocok maka kontrak ini akan diperpanjang, bagaimana pak?”

”Subhaanallaah…..” Imam hanya bertasbih sambil termangu seakan tak percaya dengan tawaran kerja sama itu. Saudara tahu berapa keuntungan yang ia keruk dari tender itu? 15000×3.000×3 = Rp 1,35 miliar.

Subhanallah… Allah memang ga pernah mengingkari janji-Nya. Rumah yang ia tunjuk tempo hari ternyata kini telah jadi miliknya karena kontrak kerja sama diperpanjang.
”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah Maha Menyempitkan dan Melapangkan rezki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah[2]: 245)

Begitu Kuasanya Engkau, Engkau Kuasa menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Bahkan Engkau juga Kuasa mengadakan sesuatu dari yang tidak ada.
Begitu Kuasanya Engkau, di tangan-Mu kemuliaan dan kehinaan, kemajuan atau kemunduran. Dan di tangan-Mu juga pintu segala kebaikan.

Duhai Allah Yang Maha Tahu, pasti ada kesalahan ketika terselip di hati kesombongan dan kerentanan berputus asa. Kesalahan yang berwujud rendahnya kualitas kepercayaan akan kuasa Engkau. (46)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com

3 pemikiran pada “Impian Itu Jadi Kenyataan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s